Sabtu, 01 November 2014

SEJARAH SOERATIN CUP

Sejarah Soeratin Cup diawali pada tahun 1965, atau setelah 35 tahun Organisasi Sepak Bola Nasional – PSSI resmi dibentuk. Piala Soeratin atau Soeratin Cup adalah kompetisi sepak bola Indonesia usia 18 tahun kebawah. Piala Soeratin digulirkan untuk mengenang jasa pelopor , pendiri sekaligus ketua umum pertama PSSI Soeratin Soesrosoegondo.  Ajang perdana kompetisi sepak bola ini secara langsung diresmikan oleh Presiden Ir. Soekarno di Istana Bogor – Jawa Barat. Ketua Umum PSSI tahun 1965 adalah Maulwi Saelan.
pssi resmi gulirkan soeratin cup 2014
soeratin cup 2014

KETUA UMUM PSSI MAULWI SAELAN

Maulwi Saelan adalah mantan pemain TIMNAS Indonesia tahun 1954 – 1958. Ia diangkat menjadi Ketua Umum PSSI yang ke 5 menggantikan ketua umum PSSI sebelumnya Abdul Wahab Djojohadikoesoemo. Ia memimpin Timnas Indonesia selama 3 tahun yakni dari tahun 1964 – 1967. Selain sebagai Ketua PSSI, Maulwi Saelan juga pernah menjabat sebagai Ajudan Pribadi Presiden Soekarno. Tanggal 17 November 1958 Maulwi Saelan masuk dalam skuad Timnas Indonesia saat melawan Uni Soviet di ajang Olimpiade Melbourne  - Australia. Sebagai Kiper ia harus berjuang keras menahan serangan bertubi-tubi dari penyerang tangguh Uni Soviet seperti Igor Netto, Boris Tatushin dan Sergei Salnikov. Saat itu Timnas Indonesia mampu menahan Uni Soviet (0 – 0) yang nota bene merupakan Tim Raksasa Eropa dan Dunia. Sayang, hanya berselang 2 hari dan masih diajang yang sama Indonesia takluk dari Uni Soviet (4 – 0), dan Uni Soviet keluar sebagai Juara Olimpiade Melbourne 1958.
maulwi saelan mantan ketua umum PSSI memegang trofi soeratin cup dalam peresmian soeratin cup 2014
maulwi saelan memegang trofi saat peresmian soeratin cup 2014

Juara Piala Soeratin 1965 – 2012

Setelah digulirkan 46 tahun silam, Piala Soeratin atau Soeratin Cup berjalan tidak regular setiap tahun, bahkan sempat vakum di tahun 2012 silam. Berikut adalah Daftar Juara Piala Soeratin dari tahun 1965 sampai tahun 2012.
1965: Persema Malang
1967: Persija Jakarta
1970: Persija Jakarta
1972: Persija Jakarta
1974: Persija Jakarta
1976: Persebaya Surabaya
1978: Persiter Ternate
1980: PSMS Medan
1982: Persijap Jepara
1984: Persikasi Bekasi
1985: Persikasi Bekasi
1987: Persis Sorong
1991: Persikasi Bekasi
1992: PSB Bogor
1995: PSB Bogor
1996: Persema Malang
1998: Persijap Jepara
2000: Persijatim Jakarta Timur
2001: Persebaya Surabaya
2002: Persijap Jepara
2003: Persib Bandung
2004: PSIS Semarang
2005: Mojokerto Putera
2006: Persib Bandung
2007: Arema Malang
2008: Persekap Kota Pasuruan
2009: Perseba Bangkalan
2010: Villa 2000
2012: PSDS Deli Serdang
persija jakarta juara piala soeratin cup 4 kali berturut - turut
Persija Jakarta Juara Soeratin Cup 4 kali

Runner-up Piala Soerati 1996 – 2012
Medan Jaya
Persebaya Surabaya
Persija Jakarta
Persedikab Kediri
PSIS Semarang
PSIS Semarang
Persebaya Surabaya
Persipura Jayapura
Persewangi Banyuwangi
Persimuba Musi Banyuasin
Persipasi Bekasi
Persema Malang
PSIS Semarang U-18
Persema Malang

BINTANG SEPAK BOLA PIALA SOERATIN 1965 - 2012

Gagasan membuat sebuah kompetisi untuk menemukan bakat – bakat muda sepak bola melalui Piala Soeratin atau Soeratin Cup di era Maulwi Saelan memang cukup ampuh. Terbukti dengan banyaknya bintang sepak bola yang bermunculan setelah ajang Piala Soeratin. Saat pertama bergulir saja sudah ada bintang sepak bola yang patut kita ingat seperti Adjat Sudrajat – PERSIB bandung, Ronny Pasla – PSMS Medan dan Sutan Harhara dari Persija Jakarta. Ronny Pasla adalah Kiper Timnas Indonesia saat menjuarai Piala Agakhan – Bangladesh 1967 dia juga membawa Timnas Indonesia sebagai juara Piala Pesta Sukan 1972.
ronny pasla adalah mantan kiper PSMS Medan dan timnas indonesia yang pernah menahan tendangan pinalti striker Brazil Pele
Ronny Pasla adalah mantan Kiper Timnas Indonesia

Di era tahun 70an sampai tahun 80an, bintang sepak bola Piala Soeratin semakin bertambah banyak, sebut saja Riono Asnan (Persebaya Surabaya), Rae Bawa (Persebaya Surabaya), Rudy William Keltjes (Persebaya Surabaya), Hamid Asnan (Persebaya Surabaya), Joko Malis (Persebaya Surabaya), Hadi Ismanto (Persebaya Surabaya), Ricky Yacobi (PSMS Medan), Bennyamin van Breukelen (PSMS Medan), Jaya Hartono (PSMS Medan), Eddy Harto (PSMS Medan), Robby Darwis (Persib Bandung), Iwan Sunarya (Persib Bandung), Dede Iskandar (Persib Bandung), Warta Kusuma (Persikasi Bekasi).
jaya hartono adalah mantan pemain PSMS Medan saat ini dia melatih salah satu klub sepak bola
Jaya hartono mantan pemain PSMS Medan


Di era tahun 80an sampai tahun 90an ada nama Azhari Rangkuti (PSMS Medan), Patar Tambunan (PSMS Medan), Asep Sumantri (Persib Bandung), Salahudin (Persipal Pangkal Pinang), Aji Santoso (Persema Malang), Nyoman Triana (Perseden Denpasar), Marzuky Nyak Mad (PSMS Medan), Kadek Irawan (Perseden Denpasar), I Ketut Swardana Putra (Perseden Denpasar). Azhari Rangkuti bersama dua kawan satu klubnya yakni Patar Tambunan dan Marzuky Nyak Mad pernah mempersembahkan Medali Emas untuk Indonesia di cabang olah raga Sepak bola Sea Games XIV – Jakarta 1987. Sedangkan Aji Santoso adalah mantan Kapten Timnas Indonesia. 
pemain timnas indonesia di ajang sea games 1987 di jakarta, saat itu cabang olah raga sepak bola berhasil meraih medali emas
Pemain Timnas Indonesia di ajang Sea games 1987 - Jakarta. Berdiri dari Kanan : Robby Darwis, Marzuki Nyakmad, Azhari Rangkuti, Ponirin Meka, Ribut Waidi, Ricky Yakobi.Jongkok  :
Nasrul Kotto, M. Yunus, Rully Nere, Jaya Hartono, Patar Tambunan

Dari tahun 1995 sampai 2004 ada nama Zaenal Arif (Persib Bandung), Bertha Yuwana (Persema Malang), Budi Sudarsono (Persebaya Surabaya), Ahmad Bustomi (Persema Malang), Arif Suyono (Persema Malang), Atep Rizal (Persib Bandung), Setyo Agung Nugroho (PSIS Semarang), Thoriq Alkatiri (PS Kabupaten Purwakarta).


Tahun 2005 – 2012 ada nama Ferdinand Alfred Sinaga (Persib Bandung), Dendi Santoso (Arema Malang), Aji Saka (Arema Malang), Arif Suyono (Arema Malang), Fandi Eko Utomo (Persekap Pasuruan), Bayu Gatra Sanggiawan (Persekap Pasuruan), Johan Ahmad Alfarizi (Arema Malang), Yericho Cristiantoko (Arema Malang), AndikVermansyah (Persebaya Surabaya), Syamsir Alam (PSJS Jakarta Selatan), Adixi Lenzio (Persija Jakarta), Imam Bayhaqi (Perseba Bangkalan), Maldini Pali (PS Sinjai), Dimas Sumantri (PSDS Deli Serdang), Reza Pahlevi Maldini Sitorus (PSDS Deli Serdang).

SOERATIN CUP 2014

Ir. Soeratin ketua umum PSSI pertama adalah tokoh yang paling berjasa atas berdirinya PSSI, sudah sewajarnya nama beliau dikenang melalui ajang kompetisi sepak bola Soeratin Cup. Namun akibat kisruh dibadan internal kepengurusan PSSI, Piala Soeratin sempat berhenti alias mati di tahun 2012. Menyadari pentingnya pembibitan bakat muda melalui kompetisi usia muda seperti Piala Soeratin, PSSI akhirnya meresmikan kembali Soeratin Cup 2014. Tommy Towel Welly yang bertanggung jawab di bidang kompetisi PSSI merancang kembali sistem kompetisi Soeratin Cup agar lebih konferehensip. Terutama masalah batasan usia pemain yang tadinya 18 tahun kini usia pemain Soeratin Cup maksimal 17 tahun. Skema kompetisi dilakukan secara bertahap diawali dari tingkat Provinsi lalu kemudian tingkat regional setelah itu Nasional.

Jumlah Klub dari masing – masing provinsi akan berbeda tergantung kesiapan dan jumlah klub yang terdaftar di badan PSSI. Hal itu mengakibatkan jatah klub di setiap regional juga akan berbeda-beda tergantung dari tingkat provinsi. 

Di tingkat Regional akan ada 64 Klub yang bertanding dengan sistem Knock Out – Home dan Away. Dari semua klub tersebut akan tersisa 32 Klub. 32 Klub tersisa akan ditandingkan kembali hingga menyisakan 16 Klub. Nah 16 klub tersisa ini akan bertanding di tingkat Nasional.

16 Klub yang bersaing di tingkat nasional akan dibagi 4 grup, mereka bertanding dengan sistem home tournament. Juara dan runner up grup melaju ke babak  8 besar dan akan bertanding dengan sistem knock out. 4 Klub tersisa akan bertanding di semifinal yang kemudian dihasilkan 2 finalis buat berebut mahkota juara Soeratin Cup.

Lantaran vakum selama hampir 3 tahun, PSSI harus bekerja keras untuk mempopulerkan kembali salah satu kompetisi tertua di Indonesia ini. Berbagai cara telah dilakukan PSSI termasuk melakukan Tur Trofi ke berbagai kota termasuk Jakarta, juga pemunculan Ambassador yang nota bene mantan bintang sepak bola Timnas Indonesia. Semoga Soeratin Cup ini menjadi momentum bagi kemajuan Timnas Indonesia Baik di Asia Maupun Dunia.











0 komentar:

Posting Komentar